/** Kotak Iklan **/ .kotak_iklan {text-align: center;} .kotak_iklan img {margin: 0px 5px 5px 0px;padding: 5px;text-align: center;border: 1px solid #ddd;} .kotak_iklan img:hover {border: 1px solid #333}

Senin, 30 Desember 2013

Harga Emas Semakin Murah?

Emas menjadi instrumen investasi dengan performa terburuk pada tahun ini setelah harganya terus merosot. Harga emas mengalami penurunan terparah dalam 30 tahun terakhir setelah terkikis hampir 28% sepanjang tahun ini. Harga emas lalu dibuka pada US$ 1.202 per ounce dan ditutup naik US$ 1.212 per ounce. Setelah gagal menguji US$ 1.180 dan hanya menyentuh US$ 1.186 per ounce dua pekan sebelumnya. Harga emas saat sedang oversold dan berpotensi konsolidatif.
Secara teknikal, outlook emas pekan ini belum berubah, di mana emas berpotensi konsolidatif dengan kecenderungan masih mungkin melemah.Tahun ini, bagi para investor, saham-saham telah memenangkan pertarungan aset atas emas.
Pada 2012, dia telah memprediksi harga emas akan meluncur hingga US$ 1.200 dan ramalannya tepat. Sementara untuk 2014, dia memperkirakan harganya akan jauh lebih merosot. Meski demikian, dia mengatakan, emas masih akan terus dijual hingga awal tahun depan dengan harga tidak lebih rendah dari US$ 1.090 per ounce.
Kini support terdekat berada di US$ 1.200, US$ 1.190, dan US$ 1.185. Support jangka pendek terkuat berada di US$ 1.180. Jika US$ 1.180 tertembus, maka tren bearish (penurunan) jangka menengah kembali menegas untuk membuka jalan ke arah US$ 1.175 dan bahkan US$ 1.155 per ounce.
Emas akan menetralisasikan tekanan bearish jangka pendeknya jika emas berhasil menembus resistance terdekatnya yang berada di US$ 1.268 per ounce. Resistance berikutnya berada di US$ 1.280.
Jika emas berhasil bertahan di atas US$ 1.294, emas berpotensi meneruskan rebound-nya ke area US$ 1.300-US$ 1.325. Resistance jangka pendek terkuat berada di US$ 1.362 per ounce. Namun, lanjut Wahyu, nampaknya emas sulit mendekati US$ 1.268 dan justru cenderung berpotensi untuk menembus US$ 1.180.
Pekan ini adalah minggu yang diselingi liburan tahun baru menjelang data sangat penting di bulan ini, yaitu laporan non farm payrolls AS pada Jumat pekan depan dan juga Pertemuan FOMC 30 Januari (Kamis dini hari) yang diduga akan memulai penarikan stimulus Fed.
Permintaan emas yang terkenal sebagai komoditas paling digemari tak akan bertahan lebih lama. Emas telah banyak kehilangan kilaunya saat Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) mengumumkan akan mulai menarik dana stimulusnya bulan depan. Logam mulia tersebut ambruk hampir 3% tak beberapa lama setelah The Fed mengambil keputusan tersebut. Sentimen yang ada saat ini menjatuhkan harga emas. Secara global kebijakan ekonomi telah banyak ditopang kabar politik dan di luar suasanan bisnis.
Adapun data ekonomi AS penting lainnya pada pekan ini yaitu data pending home sales (Senin), consumer confidence (Selasa), jobless claims dan ISM manufacturing index (Kamis).
Naiknya harga emas akhir-akhir ini diakibatkan maraknya pembelian emas fisik. Namun, penguatan kelihatannya tidak stabil. Harga emas masih dibayangi tren pelemahan.
Pada hari ini terlihat harga emas tidak mampu mempertahankan penguatannya di atas US$ 1.215 per ounce. Harga tertekan turun dan kini bergerak di US$ 1.207 per ounce. Harga emas berpotensi meneruskan pelemahannya ke area US$ 1.203 per ounce.
Bila harga berhasil menembus support US$ 1.203 ini, pelemahan bisa berlanjut ke area US$ 1.195. Sementara penguatan di atas US$ 1.215 baru bisa membuka potensi penguatan ke area US$ 1.225.
Selain itu, keputusan India untuk membatasi pembelian emas mendorong banyak investor untuk berspekulasi. Terlebih lagi, India merupakan pemasok emas terbesar di dunia. Menurut bank investasi Macquarie, impor emas ke Indoia akan menurun lebih jauh jika pemerintahnya terus menekan pasar domestik.


Minggu, 29 Desember 2013

Prediksi Harga Emas Tahun Depan Akan Merosot

Diperkirakan harga emas dunia bakal merosot pada tahun depan akibat kebijakan pengurangan stimulus (tapering off) dari Amerika Serikat (AS).Tapering off cenderung menurunkan harga emas dunia karena mereka mengurangi dana moneternya sekitar US$ 10 miliar tahun depan.
Diproyeksikan penurunan harga emas di 2014 tidak akan terlampau signifikan yakni sekitar US$ 1.198 per troy. Harga emas masih dipengaruhi oleh dolar. Makanya harga emas turun dari Rp 475 ribu per gram menjadi Rp 471 ribu per gram.
Dia juga memperkirakan, transaksi penjualan maupun gadai emas di tahun pemilihan umum (pemilu) bakal cenderung melesu karena orang memilih menggunakan uangnya untuk keperluan usaha yang lebih produktif.
Sebelumnya, diramalkan rally pasar saham akan terus berlanjut sepanjang kuartal pertama 2014.
Tapi akan membuat tumpul daya tarik logam mengkilap itu karena itu saya juga akan mengawasi pasar saham utama serta pair USD / JPY . Jika saham memperpanjang keuntungan mereka, akan ada lebih sedikit alasan bagi investor untuk membeli emas
Data dari Commodity Futures Trading Commission ( CFTC ) pada Jumat pekan lalu menunjukkan investor spekulatif di Chicago Mercantile Exchange mengurangi posisi net-long invstor pada emas menjadi 25.904 kontrak, dari 26.380 pada minggu sebelumnya.

Kamis, 26 Desember 2013

Lemahnya Dolar Membuat Harga Emas Naik

Harga emas ditutup menguat seiring para pedagang yang masih meninggalkan pasar menjelang akhir tahun dan pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) mendorong daya tarik pembelian emas.
Emas untuk pengiriman Februari, kontrak yang paling aktif diperdagangkan, naik US$ 9 per ounce atau 0,8% menjadi US$ 1.212,30 per troy ounce Jumat (27/12/2013).Perdagangan emas berjangka tetap tenang dengan berbagai kondisi pasar di Eropa masih banyak yang tutup dan banyak investor yang bermengambil cuti antara liburan Natal dan Tahun Baru.
Harian volume perdagangan emas berjangka turun 70 % antara 20 Desember dan 24 Desember, menurut data Comex.
Sebagian besar keuntungan emas baru-baru ini berasal dari bearish yang bertaruh pada harga yang lebih rendah menjelang akhir tahun ini.
Harga emas telah berbaris lebih tinggi dalam beberapa hari terakhir bahkan ketika jumlah kontrak terbuka berjangka menurun.
Ini adalah tanda bahwa daripada investor bullish baru, keuntungan emas yang datang sebagai taruhan pada harga emas yang lebih rendah atau posisi pendek sedang dibeli kembali.
Namun , dengan harga emas berada pada jalur penurunan tahunan pertama mereka dalam 13 tahun, pedagang memiliki beberapa alasan untuk kecewa. Harga emas turun 28% di Comex sepanjang tahun ini .
Pelemahan dolar , yang menurun terhadap mata uang negara lainnya memberikan dorongan kepada emas. Indeks Dollar baru-baru ini turun ke level 80,491 dari 80,608 sebelumnya.
Emas diperdagangkan dalam dolar dan menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya ketika dolar melemah

Rabu, 25 Desember 2013

Diprediksi Harga Emas Tetap Berkilau di 2014

Sepanjang tahun ini, harga emas terus merosot hingga ke level terendah dalam tiga puluh tahun terakhir. Namun, badan peneliti ekonomi Capital Economics justru optimis harga logam emas tersebut dapat kembali berkilau tahun depan.
Pengumuman Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk menarik dana stimulusnya pada Januari 2014 mendorong jatuh harga emas hingga nyaris menyentuh level terendahnya sepanjang tahun. Sebelumnya pada akhir Juni, harga emas sempat menyentuh harga US$ 1.180 per ounce saat pertama kali The Fed mengumumkan rencananya untuk menarik pembelian obligasinya.
Hingga saat ini, harga emas tercatat telah merosot hingga 24%. Keputusan The Fed itu juga membuat para investor kehilangan seleranya untuk berinvestasi emas. Akibatnya harga emas terus kehilangan kilauannya.
Meski demkian, beberapa analis justru menyatakan keyakinannya bahwa harga emas akan naik secara mengejutkan tahun depan.
Harga emas memang akan merosot pada 2014 merespons kebijakan moneter AS, tetapi seiring sentimen negatif yang datang dari para investor, kami justru memandang harga emas akan mencuat naik.
Tahun 2013 merupakan waktu yang dangat mengerikan untuk emas. Faktanya harga emas sempat naik setelah merosot parah pada kuartal ke-2 tahun ini.
Harga emas sempat anjlok dari US$ 1.675 per ounce menjadi US$ 1.200 per ounce. Tetapi harganya kembali naik ke level US$ 1.400 sebelum akhirnya meroost kembali ke harga US$ 1.198 per ounce.
Diprediksi adanya peningkatan harga yang jauh lebih baik pada 2014. Jika harga emas sedang turun tahun ini ya biarkan saja.
Ketidakstabilan zona euro tahun depan akan mendorong naik harga emas dan para investor akan kembali beralih pada logam mulia tersebut. Selain itu, kekhawatiran akan adanya deflasi dapat membuat harga emas kembali melambung.
Kekhawatiran seperti itu dapat memperburuk masalah utang ekonomi zona euro menjadi lebih lemah dan memaksa Bank Sentral Eropa untuk melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut dan meningkatkan harga emas.
Faktor pendukung lainnya, adalah The Fed hanya mengurangi pembelian obligasinya tapi tetap melanjutkan dana stimulusnya sebesar US$ 75 miliar per bulan. Kondisi tersebut tetap akan menjadi penopang naiknya harga emas tahun depan.
Adanya kemungkinan harga emas menyentuh US$ 1.400 per ounce pada 2014 dan mungkin lebih tinggi lagi.

Selasa, 24 Desember 2013

Emas Berkilau Di Hari Natal

Harga emas berjangka dan pasar spot pada perdagangan Rabu (25/12/2013) pagi ini bergerak naik seiring investor yang terpikat masih murahnya harga logam mulia yang berada di posisi terendah selama enam bulan sekitar US$ 1.200 per ounce saat perayaan Natal ini.
Meski volume hanya naik tipis karena sebagian investor emas mencoba untuk meratakan kepemilikan menjelang akhir tahun. Jadi ada sedikit portofolio yang terjadi,. Beberapa short-covering dan bargain hunting yang muncul karena harga emas berada di bawah US$ 1.200 per ounce dalam beberapa hari terakhir.Adapun kontrak emas emas berjangka AS pada Februari ditutup naik 0,5% menjadi US$ 1.203,30 per ounce. Sementara harga spot emas berada di US$ 1.198,23 per ounce .Pada Jumat pekan lalu, harga emas jatuh ke posisi terendah dalam enam bulan sekitar US$ 1.185 per ounce setelah Federal Reserve AS mengatakan akan memulai kembali peruncingan program stimulus moneternya, yang telah memberikan keuntungan pada komoditas emas dalam jangka panjang.
Harga emas mencapai rekor tertinggi di atas US$ 1.900 per ounce pada 2011, yang menjadi tahun peningkatan likuiditas bank sentral dan suku bunga rekor rendah yang membuat emas lebih menarik bagi investor.
Namun, menjelang akhir 2013, harga emas tercatat turun 28%, mengakhiri rally selama 12 tahun. Jelas dalam pandangan kami bahwa emas dapat mengharapkan sedikit dukungan dari pasar investasi Barat. Penguatan data ekonomi AS telah melemahkan status emas sebagai safe haven. Belanja konsumen AS naik pada bulan November di laju tercepat sejak Juni, sementara sentimen konsumen mencapai tertinggi lima bulan .
Konsensus umum adalah bahwa 2014 akan menjadi tahun yang lebih baik bagi perekonomian global .
Menurut dia, sedikit risiko guncangan karena krisis zona euro tampaknya telah stabil, beberapa kekhawatiran pasar berkembang juga telah memudar di mana AS akan mengurangi QE dan inflasi akan tetap rendah.Tanpa kejutan besar, permintaan investor ( untuk emas ) tampaknya tidak mungkin untuk mengambil bagian.

Senin, 23 Desember 2013

Harga Emas Turun Terdorong Optimisme Data Ekonomi

Harga emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange turun di bawah US$ 1.200 per ons pada Senin (Selasa pagi) didorong optimisme terhadap data ekonomi.
Selasa (24/12/2013), kontrak emas yang paling aktif turun US$ 6,7 atau 0,56% ke level US$ 1.197 per ons untuk pengiriman Februari. Sementara itu, harga perak turun 4 sen atau 0,21% ke level US$ 19.413 per ons untuk pengiriman Maret. Angka itu merupakan laju tercepat sejak Juni, dan pendapatan pribadi naik 0,2%. Data ekonomi tersebut pun memberikan tekanan terhadap harga emas.
Sementara itu, indeks sentimen konsumen ke level 82,55, level tertinggi sejak Juli. Adapun tahun 2013 merupakan tahun yang mengecewakan bagi emas. Analis pasar melihat, meski ada dukungan terus menerus untuk permintaan emas fisik, namun harga emas masih tampak overvalue.
Societe Generale meramalkan, peran safe haven emas akan berakhir. Apalagi bank sentral AS memutuskan untuk mengurangi dana stimulus moneternya US$ 10 miliar menjadi US$ 75 miliar.
 
Di Jakarta harga jual logam mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp 2.000 per gram menjadi Rp 524 ribu pada perdagangan Selasa (24/12/2013). Demikian dengan pembelian kembali (buyback). Buyback Antam turun Rp 2.000 per gram menjadi Rp 464 ribu. Artinya, jika Anda menjual satu gram logam mulia Antam maka dihargai Rp 464 ribu.

Berikut daftar harga emas yang dirilis Antam:
* Pecahan 1 gram Rp 524.000
* Pecahan 5 gram Rp 2.475.000
* Pecahan 10 gram Rp 4.900.000
* Pecahan 25 gram Rp 12.175.000
* Pecahan 50 gram Rp 24.300.000
* Pecahan 100 gram Rp 48.550.000
* Pecahan 250 gram Rp 121.250.000
* Pecahan 500 gram Rp 242.300.000

Rabu, 18 Desember 2013

Harga Emas Kembali Turun

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York menguat merespons keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk memotong pembelian obligasi bulanan sebesar US$ 10 miliar menjadi US$ 75 miliar mulai Januari 2014. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik US$ 4,9 atau 0,4% menjadi 1.235 per ounce. Segera setelah pernyataan The Fed, harga emas turun lalu berbalik naik (rebound) di perdagangan elektronik.

Logam mulia diperdagangkan dalam rentang perdagangan sempit sampai investor mendapat kepastian dari hasil pertemuan The Fed. Analis pasar percaya pengurangan stimulus US$ 10 miliar itu tidak cukup untuk memicu aksi menjual emas secara besar-besaran.Harga emas kemungkinan baru akan merosot US$ 14% pada tahun depan karena adanya spekulasi Fed menarik seluruh stimulus moneternya. Hal ini akan mengurangi minat investor kepada emas sebagai aset investasi untuk logam mulia sebagai aset investasi. Sejalan dengan harga emas, perak untuk pengiriman Maret ikut naik US$ 21,9 atau 1,1% menjadi US$ 20,059 per ounce.

Sementara iti di Jakarta Harga jual logam mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melemah Rp 1.000 menjadi Rp 528 ribu per gram pada perdagangan Kamis (19/12/2013) . Begitu juga dengan harga buyback (pembelian kembali) emas Antam. Pembelian kembali emas Antam turun Rp 1.000 menjadi Rp 468 ribu. Artinya jika Anda menjual satu gram logam mulia Antam maka dihargai Rp 468 ribu.
Berikut daftar harga emas yang dirilis Antam:* Pecahan 1 gram Rp 528.000
* Pecahan 5 gram Rp 2.495.000
* Pecahan 10 gram Rp 4.940.000
* Pecahan 25 gram Rp 12.275.000
* Pecahan 50 gram Rp 24.500.000
* Pecahan 100 gram Rp 48.950.000
* Pecahan 250 gram Rp 122.250.000
* Pecahan 500 gram Rp 244.300.000

Kamis, 12 Desember 2013

Harga Emas Dunia Merosot Tajam

Harga emas berjangka merosot pada perdagangan Kamis (Jumat pagi) karena kesepakatan anggaran dan proyeksi yang lebih cerah untuk ekonomi Amerika Serikat (AS). Sentimen positif di AS terkait tingginya data penjualan ritel mengakibatkan menguatnya dolar dan sebaliknya membuat harga emas turun.

Harga emas masih dipengaruhi juga oleh ekspektasi Federal Reserve yang diprediksi semakin siap mengurangi stimulus. Harga emas dunia terkoreksi cukup dalam di dua hari terakhir ini menjelang akhir pekan.Emas di pasar spot jatuh 2% lagi ke US$ 1.226,86 per ounce. Emas di hari sebelumnya sempat pula jatuh di angka terendah yakni US$ 1.223,60 per ounce. Penurunan harga emas sudah mencapai US$ 10 yang merupakan penurunan tertajam sejak 5 bulan lalu.

Harga emas di bursa berjangka Comex juga turun hingga US$ 32 menjadi US$ 1.224,90. Turunnya harga emas membuat volume perdagangan anjlok hingga 15%. Kontrak emas paling aktif untuk Februari merosot Us$ 32,3 atau 2,57% menjadi 1.224,9 per ounce.

Para investor menganggap kesepakatan anggaran dua partai AS serta peningkatan laporan penjualan ritel dan tenaga kerja semakin mendorong The Fed untuk segera mengurangi laju pembelian obligasinya. Saat ini, The Fed membeli surat utang senilai US$ 85 miliar per bulan. Dengan begitu, kemungkinan Bank Sentral AS (The Fed) memulai kebijakan penarikan dana stimulusnya semakin menguat.

Emas yang dipandang para investastor sebagai nilai lindung investasi saat inflasi dan melemahnya dolar terus mengalami kemerosotan harga akibat kekhawatiran rencana The Fed terwujud dalam waktu dekat.

Sementara iti di Indonesia harga jual logam mulia yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan sebesar Rp 8.000 menjadi Rp 527 ribu per gram pada Jumat (13/12/2013).
Penurunan harga jual emas Antam ini seiring melemahnya harga emas di pasar internasional. Harga emas berjangka merosot di divisi Comex New Mercantile Exchange pada perdagangan Kamis (Jumat pagi). Penurunan harga jual logam mulia ini juga diikuti harga buyback (pembelian kembali) emas Antam. Buyback emas Antam turun Rp 7.000 menjadi Rp 462 ribu per gram. Artinya jika Anda menjual satu gram emas Antam maka dihargai Rp 462 ribu.

Berikut daftar harga emas yang dirilis Antam:
* Pecahan 1 gram Rp 527.000
* Pecahan 5 gram Rp 2.490.000
* Pecahan 10 gram Rp 4.930.000
* Pecahan 25 gram Rp 12.250.000
* Pecahan 50 gram Rp 24.450.000
* Pecahan 100 gram Rp 48.850.000
* Pecahan 250 gram Rp 122.000.000
* Pecahan 500 gram Rp 243.800.000

Rabu, 11 Desember 2013

Harga Emas Merosot Lagi

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange anjlok pada perdagangan Rabu (Kamis pagi) merespons anggota Senat dan parlemen Amerika Serikat (AS) telah mencapai kesepakatan anggaran. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari turun US$ 3,9 atau 0,31% menjadi US$ 1.257,2 per ounce.

Pihak Ketua Komite Anggaran Negara AS akan menetapkan tingkat pengeluaran untuk dua tahun ke depan dan mengganti beberapa pemangkasan anggaran otomatis. Meski kesepakatan anggaran itu masih perlu disetujui anggota kongres dari kedua pihak, ini dapat menghapuskan ancaman penghentian operasional pemerintah pada Januari. Kondisi tersebut dapat menurunkan permintaan investasi emas.

Sementara itu fakta bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan menarik dana stimulusnya pada pertemuan pekan depan tengah menjadi kekhawatiran yang menekan para investor. Jika The Fed benar-benar memutuskan untuk mengurangi pembelian obligasinya pada rapat kebijakan yang berlangsung selama dua hari itu, harga emas akan kembali mengalami tekanan. Harga emas dapat naik ke kisaran US$ 1.500 per ounce sebelum jatuh lagi pada 2014.

Sementara itu di Indonesia usai menguat Rp 12 ribu dalam dua hari berturut-turut, harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akhirnya turun Rp 3.000 menjadi Rp 535 ribu pada Kamis (12/12/2013). Penurunan harga logam mulia Antam ini sejalan dengan melemahnya harga emas di pasar internasional.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari turun US$ 3,9 atau 0,31% menjadi US$ 1.257,2 per ounce.Tak hanya harga jual, harga buyback (pembelian kembali) emas Antam, juga ikut turun Rp 4.000 menjadi 469 ribu per gram. Artinya jika Anda menjual satu gram emas Antam maka dihargai Rp 469 ribu.
 Berikut daftar harga emas yang dirilis Antam:
* Pecahan 1 gram Rp 535.000
* Pecahan 5 gram Rp 2.530.000
* Pecahan 10 gram Rp 5.010.000
* Pecahan 25 gram Rp 12.450.000
* Pecahan 50 gram Rp 24.850.000
* Pecahan 100 gram Rp 49.650.000
* Pecahan 250 gram Rp 124.000.000
* Pecahan 500 gram Rp 247.800.000

Selasa, 10 Desember 2013

Harga Emas Naik Rp 12000

Harga emas berfluktuasi mendekati ke level tertinggi dalam tiga minggu. Hal itu didorong dari dolar Amerika Serikat (AS) melemah dan ada sinyal peningkatan permintaan logam mulia . Emas untuk pengiriman secepatnya berfluktuasi naik dan turun 0,2% sebelum diperdagangkan lebih rendah US$ 1,68 ke level US$ 1.260,50 per ounce pada pukul 08.34 waktu Singapura. Kemarin harga emas naik 1,8% terbesar sejak 22 Oktober. Emas untuk pengiriman Februari berada di level US$ 1.260,10 per ounce di divisi Comex New York. Sementara itu harga emas berjangka telah melonjak 2,2% terbesar sejak 17 Oktober. Volume perdagangan emas adalah 76% di bawah rata-rata untuk 100 hari terakhir ini. Adapun spot perak diperdagangkan di kisaran US$ 20.3792 per ons dari US$ 20.4056. Platinum turun 0,2% menjadi US$ 1.387,75 per ounce.

Emas telah menguat dari level terendah dalam lima bulan pada 6 Desember menyentuh US$ 1.268 kemarin. Angka itu tertinggi sejak 20 November. Penguatan harga emas didorong ada sinyal peningkatan emas di China. Selain itu, dolar melemah karena spekulasi bank sentral Amerika Serikat segera melakukan pengurangan stimulus moneter. Volume perdagangan emas mencapai 15.224 kilogram di Shanghai Gold Exchange. Angka itu terbesar sejak 28 November.

Harga mungkin merasa sulit untuk dipertahankan seperti momentum kemarin dengan permintaan Asia cenderung melambat. Sementara itu, waktu semakin mendekati pertemuan FOMC pada pekan depan.Sepanjang 2013, emas anjlok 25%. Penurunan ini pertama dalam 13 tahun. Spekulasi pengurangan stimulus moneter Amerika Serikat (AS) telah mempengaruhi pasar keuangan. Spekulasi itu semakin kencang ketika data ekonomi AS menunjukkan tanda positif.

Sementara itu harga jual logam mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 10 ribu menjadi Rp 538 ribu per gram pada perdagangan Rabu (11/12/2013). Sehingga dalam 2 hari, harga emas Antam naik menjadi Rp 12 ribu per gram. Begitu pun juga dengan buyback (pembelian kembali) emas Antam. Buyback emas Antam naik Rp 10 ribu menjadi Rp 473 ribu per gram. Artinya jika Anda menjual satu gram emas Antam maka dihargai Rp 473 ribu.

Berikut daftar harga emas yang dirilis Antam:
* Pecahan 1 gram Rp 538.000
* Pecahan 5 gram Rp 2.545.000
* Pecahan 10 gram Rp 5.040.000
* Pecahan 25 gram Rp 12.525.000
* Pecahan 50 gram Rp 25.000.000
* Pecahan 100 gram Rp 49.950.000
* Pecahan 250 gram Rp 124.750.000
* Pecahan 500 gram Rp 249.300.000

Senin, 09 Desember 2013

Prediksi Emas Terbaru Hari Ini

Harga emas merosot pada perdagangan Selasa (10/12/2013) pagi ini setelah sempat naik 1% pada sesi sebelumnya. Pemicunya, para investor yang mulai mengalihkan perhatian mereka pada rencana pertemuan Federal Reserve minggu depan yang bisa memberikan petunjuk tentang prospek stimulus moneter Amerika Serikat (AS). Harga emas di pasar spot jatuh 0,2% menjadi US$ 1.237,94 per ounce, melansir laman Reuters. Pemicu penurunan harga logam mulia ini karena pasar diketahui khawatir jika The Fed memutuskan untuk mulai memotong stimulus pembelian obligasi bulanannya senilai US$ 85 miliar dalam waktu dekat ini. The Fed berencana menggelar pertemuan berlangsung pada 17-18 Desember. Bank Sentral AS ini bisa dengan segera mencabut stimulusnya seiring rilis penguatan data ekonomi negara itu baru-baru ini. Presiden Fed St Louis James Bullard, yang kadang-kadang dipandang sebagai barometer untuk kebijakan moneter AS, menilai bank sentral untuk mengurangi pembelian obligasi Fed pada pekan depan.

Sementara itu dijakarta harga jual logam mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 2.000 menjadi Rp 528 ribu per gram pada perdagangan Selasa (10/12/2013). Begitu pun juga dengan buyback (pembelian kembali) emas Antam. Buyback emas Antam naik Rp 3.000 menjadi Rp 463 ribu per gram. Artinya jika Anda menjual satu gram emas Antam maka dihargai Rp 463 ribu.


Berikut daftar harga emas yang dirilis Antam:
* Pecahan 1 gram Rp 528.000
* Pecahan 5 gram Rp 2.495.000
* Pecahan 10 gram Rp 4.940.000
* Pecahan 25 gram Rp 12.275.000
* Pecahan 50 gram Rp 24.500.000
* Pecahan 100 gram Rp 48.950.000
* Pecahan 250 gram Rp 122.250.000
* Pecahan 500 gram Rp 244.300.000

Minggu, 08 Desember 2013

Harga Emas Melemah Di Awal Pekan

Setelah dibuka pada US$ 1.250 per ounce, emas masih terus tertekan pada pekan lalu. Menjelang rilis data non-farm payrolls (NFP) Amerika Serikat (AS), berhasil menyentuh US$ 1.211 per ounce atau menembus level terendah sejak 8 Juli 2013. Kemudian emas ditutup melemah di US$ 1.228 seiring dengan rilis data NFP AS yang lebih baik dari dugaan.
Walaupun dalam jangka pendek emas terlihat oversold dan emas berpotensi bergerak konsolidatif, namun outlook emas pekan ini belum berubah. Setelah level 1250 tertembus, emas memang cenderung mengarah ke area US$ 1.235-US$ 1.205 per ounce. Kini support terdekat berada di US$ 1.210 per ounce. Support jangka pendek terkuat berada di US$ 1.180, dimana potensi rebound (berbalik naik) kemungkinan besar bisa terjadi. Emas akan menetralisasikan tekanan bearish (turun) jangka pendeknya jika emas berhasil menembus resistance terdekatnya yang berada di US$ 1.260 per ounce. Resistance berikutnya berada di US$ 1.280. Jika emas berhasil bertahan di atas US$ 1.294, maka emas berpotensi meneruskan rebound-nya ke area US$ 1.300-US$ 1.325.
Resistance jangka pendek terkuat berada di US$ 1.362, dimana potensi tekanan melemah atau turun bisa terjadi.
Sementara itu di Jakarta mengawali awal pekan, harga jual logam mulia melemah Rp 2.000 menjadi Rp 526 ribu per gram pada perdagangan Senin (9/12/2013).
Begitu pun juga dengan buyback (pembelian kembali) emas Antam. Buyback emas Antam turun Rp 2.000 menjadi Rp 460 ribu per gram. Artinya jika Anda menjual satu gram emas Antam maka dihargai Rp 460 ribu.

Berikut daftar harga emas yang dirilis Antam:
* Pecahan 1 gram Rp 526.000
* Pecahan 5 gram Rp 2.485.000
* Pecahan 10 gram Rp 4.920.000
* Pecahan 25 gram Rp 12.225.000
* Pecahan 50 gram Rp 24.400.000
* Pecahan 100 gram Rp 48.750.000
* Pecahan 250 gram Rp 121.750.000
* Pecahan 500 gram Rp 243.300.000

Jumat, 06 Desember 2013

Harga Emas Turun Rp 4000



Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup turun pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena para pedagang bereaksi terhadap laporan pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan untuk November.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun US$ 2,9 atau 0,23% menjadi US$ 1.229 per ounce. Data statistik menunjukkan harga emas turun 1,7% sepanjang pekan ini.
Laporan pekerjaan optimistis meningkatkan ekspektasi bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan segera menarik program stimulus moneternya. Sejak September 2012, The Fed Bank membeli obligasi US$ 85 miliar per bulan.
Sejalan dengan harga emas di pasar internasional, harga jual logam mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ikut melemah Rp 4.000 menjadi Rp 528 ribu per gram pada perdagangan Jumat (6/12/2013).

Begitupun dengan buyback (pembelian kembali) emas Antam. Buyback emas Antam turun Rp 8.000 menjadi Rp 462 ribu per gram. Artinya,jika Anda menjual satu gram emas Antam maka dihargai Rp 462 ribu.

Berikut daftar harga emas yang dirilis Antam:
* Pecahan 1 gram Rp 528.000
* Pecahan 5 gram Rp 2.495.000
* Pecahan 10 gram Rp 4.940.000
* Pecahan 25 gram Rp 12.275.000
* Pecahan 50 gram Rp 24.500.000
* Pecahan 100 gram Rp 48.950.000
* Pecahan 250 gram Rp 122.250.000
* Pecahan 500 gram Rp 244.300.000

Harga Emas Turun Rp 4000



Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup turun pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena para pedagang bereaksi terhadap laporan pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan untuk November.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun US$ 2,9 atau 0,23% menjadi US$ 1.229 per ounce. Data statistik menunjukkan harga emas turun 1,7% sepanjang pekan ini.
Laporan pekerjaan optimistis meningkatkan ekspektasi bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan segera menarik program stimulus moneternya. Sejak September 2012, The Fed Bank membeli obligasi US$ 85 miliar per bulan.
Sejalan dengan harga emas di pasar internasional, harga jual logam mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ikut melemah Rp 4.000 menjadi Rp 528 ribu per gram pada perdagangan Jumat (6/12/2013).

Begitupun dengan buyback (pembelian kembali) emas Antam. Buyback emas Antam turun Rp 8.000 menjadi Rp 462 ribu per gram. Artinya,jika Anda menjual satu gram emas Antam maka dihargai Rp 462 ribu.

Berikut daftar harga emas yang dirilis Antam:
* Pecahan 1 gram Rp 528.000
* Pecahan 5 gram Rp 2.495.000
* Pecahan 10 gram Rp 4.940.000
* Pecahan 25 gram Rp 12.275.000
* Pecahan 50 gram Rp 24.500.000
* Pecahan 100 gram Rp 48.950.000
* Pecahan 250 gram Rp 122.250.000
* Pecahan 500 gram Rp 244.300.000

Rabu, 04 Desember 2013

Harga Emas Pagi Ini Mulai Bersinar

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melonjak hingga lebih 2% pada perdagangan Rabu (Kamis pagi). Pengingkatan tersebut dapat menutupi sebagian besar kerugian pada dua sesi terakhir perdagangan. Kontrak paling aktif untuk pengiriman Februari naik US$ 26,4 menjadi US$ 1.247,2 per ounce.
Harga emas yang menguat membuktikan tahap baru dari pemulihan jangka pendek menjelang akhir tahun. Selain itu, kekuatan di sektor komoditas dan pembelian secara teknis terus mendorong naik harga emas.
Sepanjang 2013, harga emas telah anjlok sebesar 26% mengarah pada penurunan terparah selama 13 tahun terakhir. Merosotnya harga emas tahun ini dipicu para investor yang menghindari logam mulia tersebut.
Tak hanya itu, hasil pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang dirilis pada 20 November menunjukkan sinyal baru bahwa para pembuat kebijakannya akan segeran menarik dana stimulusnya.
Seiring dengan harga emas di pasar internasional, harga jual logam mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ikut menguat Rp 7.000 menjadi Rp 532 ribu per gram pada perdagangan Kamis (5/12/2013).
Begitupun dengan buyback (pembelian kembali) emas Antam naik Rp 10 ribu menjadi Rp 470 ribu per gram. Artinya, jika Anda menjual satu gram emas Antam maka dihargai Rp 470 ribu.
 Berikut daftar harga emas yang dirilis Antam:
* Pecahan 1 gram Rp 532.000
* Pecahan 5 gram Rp 2.515.000
* Pecahan 10 gram Rp 4.980.000
* Pecahan 25 gram Rp 12.375.000
* Pecahan 50 gram Rp 24.700.000
* Pecahan 100 gram Rp 49.350.000
* Pecahan 250 gram Rp 123.250.000
* Pecahan 500 gram Rp 246.300.000

Selasa, 03 Desember 2013

Harga Emas Terus Melemah

Harga emas berjangka kembali melemah karena pelaku pasar masih menunggu data ekonomi yang bakal menjadi petunjuk soal kelanjutan rencana Bank Sentral Amerika Serikat (AS) untuk mengurangi program stimulus moneter. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun US$ 1,1 atau 0,09% menjadi US$ 1.220,8 per ounce. Harga emas terus menurun dalam dua hari berturut-turut hingga menyentuh level terendah dalam lima bulan.

Dengan perekonomian AS dan pasar saham AS yang perlahan pulih, investor mulai tertarik terhadap emas.Selain itu, spekulasi The Fed akan mulai memperlambat laju stimulus moneter akibat adanya tanda-tanda perbaikan ekonomi AS juga berhasil menekan emas. Data manufaktur AS juga kembali menguat pada November, menunjukkan kenaikan enam bulan berturut-turut. ISM atau Institute for Supply Management mengatakan indeks pembelian manajer (purchasing managers index/PMI) sektor manufaktur di AS menyentuh level tertinggi sejak April 2011 yaitu sebesar 57,3 pada November, naik dari 56,4 di bulan sebelumnya.

Emas berjangka telah turun 27% sepanjang tahun ini. Logam mulia kehilangan daya tariknya di tengah menguatnya pasar saham. Indeks S&P 500 tercatat naik sekitar 25% sepanjang tahun ini.Harga jual logam mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ikut turun Rp 1.000 menjadi Rp 525 ribu per gram pada perdagangan Rabu (4/12/2013). Kemarin harga emas Antam sudah turun Rp 5000 per gram, sehingga jika dikalkulasikan emas Antam telah turun Rp 6.000 dalam dua hari. Buyback (pembelian kembali) emas Antam merosot Rp 5.000 menjadi Rp 460 ribu per gram. Artinya, jika Anda menjual satu gram emas Antam maka dihargai Rp 460 ribu.

Berikut daftar harga emas yang dirilis Antam:* Pecahan 1 gram Rp 525.000
* Pecahan 5 gram Rp 2.480.000
* Pecahan 10 gram Rp 4.910.000
* Pecahan 25 gram Rp 12.200.000
* Pecahan 50 gram Rp 24.350.000
* Pecahan 100 gram Rp 48.650.000
* Pecahan 250 gram Rp 121.500.000
* Pecahan 500 gram Rp 242.800.000

Senin, 02 Desember 2013

Harga Emas Semakin Turun

Harga emas anjlok ke level terendahnya dalam hampir lima bulan terakhir pada perdagangan Senin (Selasa pagi) akibat tingginya keyakinan para investor bahwa meningkatnya data manufaktur mengarah pada penerapan penarikan dana stimulus Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari anjlok US$ 28,5 atau 2,3% menjadi US$ 1.221,9 per ounce di divisi COMEX New York Mercantile Exchange.

Standar kegiatan manufaktur AS di Institute for Supply Management menunjukkan sektor tersebut secara mengejutkan meningkat bulan lalu. Data tersebut merupakan bukti terbaru yang menunjukkan adanya pemulihan ekonomi AS. Artinya, para investor dapat terus membatasi pembelian aset seperti emas.

Laporan manufaktur yang terbaru memberikan bukti pada The Fed bahwa ekonomi AS tengah pulih.
Semakin meningkat ekonomi AS maka semakin cepat The Fed menarik stimulusnya. Para investor beralih dari logam-logam mulia pada bunga pinjaman dan dolar AS. Nilai kedua aset tersebut semakin meningkat seiring cerahnya laporan manufaktur AS.

Emas tengah mengarah pada kerugian tahunan terbesarnya sejak 2000 akibat pemulihan ekonomi AS yang diprediksi memicu penarikan dana stimulus The Fed dalam waktu dekat. Kondisi tersebut meningkatkan nilai bunga dan mengurangi selera para investor terhadap emas.

Saat ini, pasar emas tengah lesu. Sejak krisis keuangan 2008, program pembelian obligasi senilai US$ 85 miliar per bulan telah menopang harga emas mengingat para investor memburu logam tersebut sebagai aset lindung dari inflasi. Namun inflasi telah mereda akibat tingginya lonjakan nilai saham AS yang mendorong para investor beralih dari emas.

Harga emas dunia turun membuat harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga melemah pada perdagangan Selasa (3/12/2013). Harga emas Antam turun Rp 5.000 menjadi Rp 526 ribu per gram.Demikian juga dengan pembelian kembali (buyback) emas Antam. Buyback emas Antam turun Rp 6.000 menjadi Rp 465 ribu per gram. Artinya, jika Anda menjual satu gram emas Antam maka dihargai Rp 465 ribu.

Berikut daftar harga emas yang dirilis Antam:
* Pecahan 1 gram Rp 526.000
* Pecahan 5 gram Rp 2.485.000
* Pecahan 10 gram Rp 4.920.000
* Pecahan 25 gram Rp 12.225.000
* Pecahan 50 gram Rp 24.400.000
* Pecahan 100 gram Rp 48.750.000
* Pecahan 250 gram Rp 121.750.000
* Pecahan 500 gram Rp 243.300.000

Minggu, 01 Desember 2013

Di Awal Desember Harga Emas Semakin Terperosok

Setelah dibuka pada US$ 1.241 per ounce, harga emas masih sempat tertekan pekan lalu. Harga logam mulia berhasil menembus US$ 1.235 dan menyentuh US$ 1.227 per ounce. Namun emas berhasil rebound (berbalik naik) dan ditutup menguat di US$ 1.251 per ounce, setelah berkonsolidasi menjelang data nonfarm payroll (NFP) pada Jumat mendatang. Sepertinya emas masih berpotensi melemah pekan ini, terutama jika data ekonomi Amerika Serikat (AS) khususnya NFP dirilis lebih baik dari dugaan.
Setelah level US$ 1.250 tertembus, diprediksi harga emas akan cenderung mengarah ke area US$ 1.235-US$ 1.200. Kini support terdekat berada di US$ 1.225. Support jangka pendek terkuat berada di US$ 1.180, dengan potensi rebound kemungkinan besar bisa terjadi. Resistance terdekat berada di US$ 1.260 dan US$ 1.280. Jika emas berhasil bertahan di atas US$ 1.294, maka emas berpotensi meneruskan rebound-nya ke area US$ 1.300-US$ 1.325. Level resistance jangka pendek terkuat berada di US$ 1.362, di mana potensi tekanan melemah atau turun bisa terjadi.
Pada pekan ini terdapat banyak data ekonomi penting yang layak dinanti karena akan mempengaruhi arah pergerakan harga emas. Rapat moneter sejumlah bank sentral di Australia, Eropa dan Inggris. Sedangkan dari AS, pasar menantikan pidato Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Ben Bernanke dan yang terpenting dalah rilis data NFP. 
Sementara itu di Jakarta harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 1.000 menjadi Rp 531 ribu per gram pada awal perdagangan Senin (2/12/2013). Kenaikan harga jual emas ini juga diikuti pembelian kembali (buyback) emas Antam. Buyback emas Antam juga naik Rp 1.000 menjadi Rp 471 ribu per gram. Artinya, jika Anda menjual satu gram emas Antam maka dihargai Rp 471 ribu.

Berikut daftar harga emas yang dirilis Antam:

*Pecahan 1 gram Rp 531.000

* Pecahan 5 gram Rp 2.510.000

* Pecahan 10 gram Rp 4.970.000

* Pecahan 25 gram Rp 12.350.000

* Pecahan 50 gram Rp 24.650.000

* Pecahan 100 gram Rp 49.250.000

* Pecahan 250 gram Rp 123.000.000

* Pecahan 500 gram Rp 245.800.000

Sabtu, 30 November 2013

Harga Emas Turun Tajam

Harga emas berjangka turun tajam seiring dengan keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) melanjutkan stimulus moneter. Kontrak emas yang paling aktif di divisi COMEX New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Desember turun US$ 25,6 atau 1,9% menjadi US$ 1.32,7 per ounce.

Meskipun The Fed memutuskan untuk mempertahankan pembelian obligasi US$ 85 miliar per bulan, Bank Sentral AS tetap memproyeksikan ekonomi AS bakal makin cerah sehingga bisa segera memangkas pembelian obligasi.
Secara teknis, emas tetap pada jalur bullish karena permintaan fisik untuk emas masih kuat, menurut analis pasar. Harga emas turun 0,3% pada Oktober setelah merosot 4,9% pada September .

Harga emas diprediksi menuju penurunan bulanan terbesar dalam lima bulan. Ini karena investor meninggalkan logam mulia ini dan lebih memilih saham yang melonjak di pasar Amerika Serikat (AS). Ini akan menjadi penurunan tahunan pertama selama 13 tahun dan perubahan yang luar biasa dalam status logam itu di tengah krisis ekonomi.

Pada 2011, logam mulia mencapai level tertinggi US$ 1.895 per ounce, didukung statusnya sebagai surga bagi investor dan lindung nilai terhadap inflasi.Tapi tahun ini emas telah menumpahkan seperempat dari nilainya karena penguatan ekonomi global. Sementara Federal Reserve telah diindikasikan akan menurunkan tensi program stimulus pembelian obligasi bulannya senilai US$ 85 miliar pada Desember.

Emas digunakan investor sebagai lindung nilai terhadap kenaikan inflasi. Namun kekhawatiran penurunan pelonggaran kuantitatif (QE) meredam kekhawatiran harga yang lebih tinggi. Data yang dirilis bulan Ini menunjukkan AS mengabaikan dampak dari shutdown pemerintah selama tiga minggu dengan menciptakan 204.000 pekerjaan di bulan Oktober.

Hal ini memicu harapan Bank Sentral AS akan memangkas Program stimulus, dan membantu Dow Jones untuk mencapai rekor tertinggi. Pada hari Jumat, harga spot emas turun ke US$ 1.247 per ounce, setelah diperdagangkan di bawah US$ 1.300 per ounce dalam beberapa bulan.

Menyambut akhir pekan, harga logam mulia yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) masih bertahan di Rp 522 ribu per gram pada Jumat (1/11/2013).Begitupun dengan harga pembelian kembali (buyback) tetap di kisaran Rp 452 ribu per gram. Artinya jika Anda menjual emas Antam maka dihargai Rp 452 ribu per gram.

Berikut daftar harga emas yang dirilis Antam:

* Pecahan 1 gram Rp 522.000
* Pecahan 5 gram Rp2.465.000
* Pecahan 10 gram Rp 4.880.000
* Pecahan 25 gram Rp 12.215.000
* Pecahan 50 gram Rp 24.200.000
* Pecahan 100 gram Rp 48.350.000
* Pecahan 250 gram Rp 120.750.000
* Pecahan 500 gram Rp 241.300.000

Rabu, 27 November 2013

The Gold Price Depressed

Gold prices fell and consumer sentiment data United States ( U.S. ) which has pushed investors back eyeing the U.S. dollar . The U.S. central bank ( the Fed ) shows the signal will attract monetary stimulus program in early 2014 . Stimulus in the form of monthly bond purchases worth U.S. $ 85 billion, aims to encourage the recovery of the U.S. economy by pushing long-term interest rates .
 
Gold futures for February delivery on the Comex Division of the New York Mercantile Exchange ( NYMEX ) fell 0.2 % to U.S. $ 1,239 per ounce . Gold is trading at the lowest level of U.S. $ 1,237.5 per ounce and the highest label U.S. $ 1,254.1 per ounce . The U.S. dollar rose responding report that says the University of Michigan consumer sentiment index as a whole was revised up to 75.1 in November from an initial estimate of 72 .
Meanwhile , the U.S. Labor Department reported the number of Americans filing initial claims for unemployment benefits last week fell by 10 thousand to two-month low to 316 thousand people . Economists had predicted there would be an increase of 4,000 claims .The jobs data was released one day earlier because before the Thanksgiving holiday in the U.S. . Positive report is offset ordering data on U.S. durable goods were down 2 % in October . That figure is lower than expected 1.9 % decline . Bright U.S. economic data will bring the Fed will withdraw monetary stimulus in early 2014 and put an end to policies that have supported the price of gold for over a year .
Gold is a high demand from Asian markets remains one of the factors driving gold prices are in a phase of particularly sharp rise in gold demand from Asian markets . The first half of 2013 , we see the flow of about 800 tons of gold bullion is exported to Asia .Meanwhile , the same inverse demand is also reflected in the form of stock holdings of gold , receded in the West and European markets . Speaking of India , where the current government is trying to get people to reduce their purchases of gold . India is the world's largest gold consumer .
Inflation is still slow still will make gold as a hedging tool . Post- 2008, the gold to be excellent , slowly but surely , into the case of some economists . Inflation and repeating pattern has come back on the market . History tells us that the direct relationship between inflation and the price of gold , very dominant . If we look at the current market trends it seems inflation is still silent and potentially will affect the price of gold .
On Wednesday the movement , opened the gold trade in the range of USD 1241.10 per troy ounce . Since the opening of the market , gold briefly rose against the dollar to move up to the highest daily price in the range of USD 1254.62 per troy ounce . Gold is not able to maintain its gains by moving down to the lowest daily price in the range of USD 1235.96 per troy ounce . Finally, the movement of gold in the cap in the range of USD 1237.13 per troy ounce . The movement of gold to get losses against the dollar as much as USD 3.97 .
In Indonesia , the price of the precious metal gold miner PT Aneka Tambang Tbk ( Antam ) at the beginning of this week has decreased . As quoted from the site of precious metal , Monday ( 28/10/2013 ) , the smallest gold prices sold at Rp 530,000 per gram , down by $ 6,000 per gram over the weekend trading . Antam precious metals all sizes available . While the price of the purchase (buyback ) for every gram of gold products Antam set at 460,000 per gram , down by $ 5,000 per gram compared to trade over the weekend .
Here the price of gold bullion Precious Metals Antam sold today:
Denomination 1 gram : Rp 530,0005 grams Denomination : USD 2.505 million10 grams Denomination : USD 4.96 million25 grams Denomination : USD 12.325 million50 grams Denomination : USD 24.6 million100 grams Denomination : USD 49.15 million500 grams Denomination : USD 245.3 million


Harga Emas Semakin Tertekan

Harga emas turun dan data sentimen konsumen Amerika Serikat (AS) yang telah mendorong investor kembali mengincar dolar AS. Bank Sentral AS (The Fed) menunjukkan sinyal akan menarik program stimulus moneternya pada awal 2014. Stimulus berupa pembelian obligasi bulanan senilai US$ 85 miliar bertujuan untuk mendorong pemulihan ekonomi AS dengan menekan suku bunga dalam jangka panjang.
 
Harga emas berjangka untuk pengiriman Februari di Divisi Comex New York Mercantile Exchange (NYMEX) turun 0,2% menjadi US$ 1.239 per ounce. Emas diperdagangkan di level terendah US$ 1.237,5 per ounce dan lebel tertinggi US$ 1.254,1 per ounce. Dolar AS menguat merespons laporan University of Michigan yang menyebutkan indeks sentimen konsumen secara keseluruhan direvisi naik ke 75,1 pada November dari perkiraan awal 72.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran awal pada pekan lalu turun 10 ribu ke level terendah dua bulan menjadi 316 ribu orang. Para ekonom sebelumnya memperkirakan akan ada peningkatan klaim sebanyak 4.000.
Data pekerjaan dirilis satu hari lebih cepat karena menjelang hari libur merayakan Thanksgiving di AS .Laporan positif tersebut diimbangi data pemesanan barang tahan lama di AS yang turun 2% pada Oktober. Angka itu lebih rendah dari ekspektasi penurunan 1,9%. Cerahnya data ekonomi AS akan membawa The Fed akan menarik stimulus moneter pada awal 2014 dan mengakhiri kebijakan yang telah mendukung harga emas selama lebih dari setahun.

Permintaan Emas yang tinggi dari Pasar Asia masih menjadi salah satu faktor pendorong harga emas berada dalam fase kenaikan yang cukup tajam khususnya permintaan emas dari pasar Asia. Paruh pertama tahun 2013, kita melihat aliran sekitar 800 ton emas batangan diekspor ke kawasan Asia.
Sementara itu, permintaan terbalik yang sama juga tercermin dalam bentuk kepemilikan saham emas, surut di pasar Barat dan Eropa. Berbicara tentang India, di mana saat ini pemerintah sedang berupaya untuk membuat orang agar mengurangi pembelian emas. India merupakan negara konsumen emas terbesar dunia.

Inflasi yang masih lambat tetap akan menjadikan Emas sebagai alat lindung nilai. Pasca 2008, emas menjadi primadona, perlahan tapi pasti, menjadi kasus beberapa pakar ekonomi. Inflasi dan pola yang berulang terus muncul kembali di pasar. Sejarah mengatakan bahwa antara hubungan langsung inflasi dan harga emas, sangat dominan. Jika kita lihat tren pasar saat ini maka tampaknya inflasi masih diam dan berpotensi akan mempengaruhi harga emas.

Pada pergerakan hari Rabu kemarin, perdagangan emas dibuka pada kisaran USD  1241.10 per troy ounce. Sejak pembukaan market, emas sempat menguat terhadap dollar dengan bergerak ke atas menuju harga tertinggi hariannya pada kisaran USD 1254.62 per troy ounce. Emas tidak mampu mempertahankan penguatannya dengan bergerak ke bawah menuju harga terendah hariannya pada kisaran USD 1235.96 per troy ounce. Akhirnya pergerakan emas di tutup pada kisaran USD 1237.13 per troy ounce. Pergerakan emas mendapatkan kerugian terhadap dollar sebanyak USD 3.97.

Di Indonesia, harga emas logam mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di awal pekan ini mengalami penurunan. Seperti dikutip dari situs logam mulia, Senin (28/10/2013), harga emas terkecil dijual Rp 530.000 per gram, turun Rp 6.000 per gram dibanding perdagangan akhir pekan kemarin. Antam mencatat semua ukuran logam mulia tersedia.  Sementara harga pembelian kembali (buyback) untuk setiap gram emas produk Antam dipatok Rp 460.000 per gram, turun Rp 5.000 per gram dibanding perdagangan akhir pekan kemarin.

Berikut harga emas batangan yang dijual Logam Mulia Antam hari ini:

Pecahan 1 gram : Rp 530.000
Pecahan 5 gram : Rp 2.505.000
Pecahan 10 gram : Rp 4.960.000
Pecahan 25 gram : Rp 12.325.000
Pecahan 50 gram : Rp 24.600.000
Pecahan 100 gram : Rp 49.150.000
Pecahan 500 gram : Rp 245.300.000

Senin, 25 November 2013

Gold prices slumped more

Gold prices managed to hit U.S. $ 1,250 per ounce and touched U.S. $ 1,236 per ounce , before it closed lower at U.S. $ 1,243 per ounce last week . FOMC Minutes released by the U.S. Federal Reserve ( Fed ) in the last week did confirm the existence of an agreement that the Fed's monetary stimulus could be reduced in line with the improving U.S. economic data . This triggered negative sentiment and increasingly pressing gold . Having breached the level of U.S. $ 1,250 , gold is likely to lead to an area of ​​U.S. $ 1,235 to U.S. $ 1,200 per ounce . The strongest near-term support at U.S. $ 1,180 , which is most likely a potential rebound could occur . Immediate resistance at U.S. $ 1,250 and U.S. $ 1,280 . If gold managed to hold above U.S. $ 1294 , then gold has the potential to continue its rebound to the area of ​​U.S. $ 1,300 -US $ 1,325 . The strongest short-term resistance at U.S. $ 1,362 , where the potential downside pressure may occur .
A number of important U.S. economic data this week that will affect the price movement of gold was pending home sales data ( pending sales ) on Monday , consumer confidence on Tuesday , durable goods as well as data and jobless claims . In general, the data are thought to improve and potentially negative for gold . Meanwhile , the results of the survey are held Kitco News Gold Survey said , investors selloff last week to signal weakening gold price in the next week .
As reported by Forbes , of the 25 participants who responded to the survey , as many as six participants predict the price of gold will rise . Dominating the survey , a total of 14 participants were convinced that the price of the precious metal will weaken . While the other five estimates , gold prices will move ini.Para week varied participants in the survey were the buyers and sellers of gold , investment banks , money managers and technical chart analysts the price movements of precious metals .
While in the previous survey , most of the participants predict gold prices will rise . Because, in Friday trading in the week , the gold price rose by U.S. $ 42 .The participants who predict a decrease in the price of gold explains, it saw the technical chart shows the price movement weakening trend . Not only that , a variety of great economic news also shows the movement of gold in the same direction . When the European Union abruptly lowered their interest rates , gold prices had soared . Originally Streible sure it was a turning point for gold prices . Unfortunately , it did not last long.
Meanwhile, although a number of participants felt the gold price will continue to fall , but the presence of a sell-off this week is still in doubt . Moreover, after the gold market collapsed last week . The participants of the said gold prices could weaken to a level of U.S. $ 1,240 per ounce or rose to the level of U.S. $ 1,275 per ounce . On the other hand , a market strategist at Archer Financial Services , Adam Klopfeinstein said last week the price of gold did show weakness . But he sees the potential strengthening of gold prices this week